Kilangan’s Weblog

Curito surau… mangaji, badebaik..

Posted by kilangan on June 1, 2009

Menurut Rodney Stark dalam One True God, agama atau kepercayaan pada yang supernatural mecakup tiga hal:

    1. Yang magis
      Yang ajaib
      Imbalan di dunia yan lain.
  • Tentang nomor dua, manusia mengharapkan kejadian yan ajaib, yang diluar proses natural, seperti kesembuhan suatu penyakit yang menurut kedokteran tidak mungkin sembuh lagi.

    Pertanyaannya, apakah dalam berdoa, kita sebagai Muslim meminta sesuatu keajaiban atau keberhasilan yang natural? Mungkin kebanyakan kita meminta suatu ‘keajaiaban, tetapi saya cendrung meyakini bahwa kita sepatutnya hanya meminta seusatu yang alami dari Tuhan, yang logis dan rasional.

    Akan tetapi, kalau kita meminta sesuatu yang berada diluar skop yang kita ketahui, the grand plan, apakah itu termasuk mengharapkan suatu keajaiban? Misalnya, seorang pedagang yang berharap, “Mudah-mudahan hari ini daganganku laris.” Sebab-sebab yang rasional menuju larisnya dagangannya sudah dipenuhinya. Akan tetapi apakah orang akan benar-benar ramai dan membeli dagangannya, adalah di luar kendalinya.

    Apakah Islam agama yang rasional dan tidak mempercayai hal-hal yang ajaib/magic?

    Adapun tentang dunia lain, al-akhirah, adalah pencapaian atau reward yang lebih tidak kasat mata, jauh dari kekinian. Di satu pihak, hasil yang ajaib adalah ‘kini’ dan sangat memberi kepuasan, akhirat adalah penundaan hingga waktu yang berada jauh sesudah kematian. Tidak ada yang dirasakan kini kecuali dalam konteks kepuasan batin karena merasa sudah punya keyakinan iman yang mantap. Tidak ada persoalan di sini.

    Posted in None | Leave a Comment »

    Pantun angko salapan

    Posted by kilangan on October 23, 2008

    dari lagu main kim..

    Si Udin jo Kamarudin,
    salapiak sakatiduaran.
    Salapan Duo-bapilin,
    salapan puluah-salapan …. :)

    Ado oto ceprolet (CHEVROLET)
    babea sapuluah lapan (BA-108)
    Ado mintuo marepet
    pabia selah jan dilawan

    ampek ampek jadi salapan
    tambah duo jadi sapuluah
    urang gaek ditampa setan
    indak jadi sumbayang subuah

    Posted in None | Leave a Comment »

    Nagari adat

    Posted by kilangan on July 31, 2008

    Yang saat ini sedang dicanangkan pada 13 nagari [di kabupaten 50 koto]. Nagari-nagari yang menerapkan nagari adat itu adalah Andaleh, Tanjuang Gadang, Situjuh Batua, Batuhampa, Sungai Baringin, VII Koto, Kurai, Talang Maua, Talang Anau, Maek, Muaro Paiti, Taram, dan dan Pangkalan.

    Sekadar diketahui, program nagari adat berpayung hukum kepada Pasal 18 UUD Tahun 1945 tentang Pengakuan Negara terhadap keberadaan nagari/nagari di Minangkabau, serta sejumlah Perda dan Perbup. (frv)

    Posted in None | Leave a Comment »

    Penceri kerja dan sektor formal

    Posted by kilangan on July 29, 2008

    * 90 persen lulusan PT ingin jadi pns. kenapa?

    * Kebanyakan orang tidak punya jiwa enterpreneurship (?)

    * Quote, “Daerah kita memiliki banyak potensi, baik itu sumber daya alam mineral, peternakan, perkebunan, pertanian maupun pariwisata yang butuh pengelolaan.”

    sumber http://mail.google.com/mail/h/euciyt7n2yj5/?v=c&th=11b6c651e03d95fb

    Nah! apa yang kurang: sektor formal..! enterpreneurship dan SDA bisa dibangun.. tetapi karena segala usaha yang disebut “swasta” itu tidak ada pamor, orang masih mengejar jadi pns. banyak orang yang berhasil secara ekonomi secara swasta.. tetapi para lulusan pt, para pencari kerja tetap tergiur mendengar kata PNS karena jadi pegawai negeri berarti mendapat jaminan keuangan, jaminan sosial seumur hidup!

    Kalau sektor swasta dijadikan sektor formal yang tertata dengan baik, lengkap dengan perangkat hukumnya dan beberapa jaminan: jaminan sosial, jaminan layanan kesehatan, ikatan kerja dsb. kemungkinan para pencari kerja akan tertarik juga..

    Akan tetapi urang awak memang sukanya ikatan kerja yang tidak jelas, pakai perasaan, pakai ideologi tolong-menolong, tanggang rasa, bapandai-pandai, dsb.1) yang mana tidak sesuai dengan prinsip manajemen moderen yang “formal” dan terkesan kaku tanpa perasaan. Sehingganya di kalangan swasta, format usaha yang formal itu sulit berkembang. Adapun dalam pemerintahan format itu terpaksa ada karena pemerintah ya memang begitu, dan nyatanya banyak dikejar-kejar oleh pencari kerja.

    Bidang usaha swasta yang ada selalu berskala mikro.. sangat mikroskopik…! Kecuali ini dianggap bagus saja, terus diformalkan lagi! Jadi, jangan seperti pemerintah yang selalu menuruh orang bikin kelompok usaha, koperasi, dsb agar dibadanhukumkan. Kenapa tidak setiap orang saja diakui sebagai badan hukum..? toh setiap individu yang dewasa adalah subyek hukum!? Apa tidak bisa si A kerja dengan si B dengan one-to-one contract, lalu itu dianggap sektor formal dan si A bisa be proud of it!

    —-
    1) A.A. Navis, Alam Terkembang jadi Guru

    Posted in None | Leave a Comment »