Menurut Rodney Stark dalam One True God, agama atau kepercayaan pada yang supernatural mecakup tiga hal:
- Yang magis
- Yang ajaib
- Imbalan di dunia yan lain.
Tentang nomor dua, manusia mengharapkan kejadian yan ajaib, yang diluar proses natural, seperti kesembuhan suatu penyakit yang menurut kedokteran tidak mungkin sembuh lagi.
Pertanyaannya, apakah dalam berdoa, kita sebagai Muslim meminta sesuatu keajaiban atau keberhasilan yang natural? Mungkin kebanyakan kita meminta suatu ‘keajaiaban, tetapi saya cendrung meyakini bahwa kita sepatutnya hanya meminta seusatu yang alami dari Tuhan, yang logis dan rasional.
Akan tetapi, kalau kita meminta sesuatu yang berada diluar skop yang kita ketahui, the grand plan, apakah itu termasuk mengharapkan suatu keajaiban? Misalnya, seorang pedagang yang berharap, “Mudah-mudahan hari ini daganganku laris.” Sebab-sebab yang rasional menuju larisnya dagangannya sudah dipenuhinya. Akan tetapi apakah orang akan benar-benar ramai dan membeli dagangannya, adalah di luar kendalinya.
Apakah Islam agama yang rasional dan tidak mempercayai hal-hal yang ajaib/magic?
Adapun tentang dunia lain, al-akhirah, adalah pencapaian atau reward yang lebih tidak kasat mata, jauh dari kekinian. Di satu pihak, hasil yang ajaib adalah ‘kini’ dan sangat memberi kepuasan, akhirat adalah penundaan hingga waktu yang berada jauh sesudah kematian. Tidak ada yang dirasakan kini kecuali dalam konteks kepuasan batin karena merasa sudah punya keyakinan iman yang mantap. Tidak ada persoalan di sini.