Archive for May, 2008|Monthly archive page

Lisa satu bulan tidak masuk sekolah karena sakit

Lisa sudah masuk sekolah lagi sejak tiga hari ini, Selasa Rabu dan Kamis. Sekolahnya sudah tertinggal sejak tgl 4 bulan lalu. Tadi Gusti datang ke sekolah dan berbicara dengan guru kelas Lisa.

Kata gurunya, Lisa sudah banyak ketinggalan perolehan nilai ulangan harian dan nilai PR, sedang nilai ujian akhir semester kalaupun bagus tidak dapat dijadikan patokan untuk naik kelas karena bobot nilai2 ulangan harian dan PR cukup besar. Guru menyuruh saya, sebagai orang tua murid, berpikir2 bagaimana kalau Lisa mengulang saja di kelas empat ini tahun depan.

Saya shock juga, tidak tau apa mau dikata. Gusti tanya apa komentar saya. Saya katakan urusan itu kan wewenang sekolah, mana bisa kita menggugatnya. Tetapi sesungguhnya tidak adil kalau kenaikan kelas bisa digagalkan oleh kekurangan nilai-nilai ulangan dan PR. Pada hakekatnya nilai-nilai tambahan itu dimaksudkan untuk mengkompensasi nilai ujian akhir, karena ada kemungkinan seorang anak lemah ketika menghadapi ujian akhir padahal normalnya anak itu pandai; karena itu nilai keadaannya sehari-hari itu diberi bobot yang dapat memperbaiki keadaan khusus ketika ujian akhir. Standar penilaian yang sesungguhnya adalah secara periodik itu, yakni setiap akhir semester, akhir tahun, dan ujian akhir.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah penilaian berdasarkan pengamatan. Bukankah guru itu sebenarnya sudah dapat ‘mengukur’ kemapuan murid, dan dapat menentukan apakah anak itu pantas dinaikkan ke kelas berikutnya atau tidak. Ujian tertulis diperlukan untuk mendapakan penilaian yang konkrit yang dapat dipegang.

Kalau Lisa memang gagal karena tidak mampu, apa boleh buat. Tetapi hendaknya jangan gagal karena suatu sistem penilaian yang maksudnya baik tapi merugikan kerena sekolah memamahami dan menerapkannya secara salah.

Mudah-mudahan saja pada akhirnya para guru menggunakan akal sehat dalam menentukan yang terbaik untuk anakku Lisa! Amin… ya rabbal alamin…!!