Konflik antar kelompok

Wednesday, December 28th, 2011

Setelah terungkap ada konflik antara perkebunan dan masyarakat di Mesuji yang sampai menyebabkan terjadinya pembunuhan sadis, beberapa hari yang lalu menyusul berita tentang pembubaran paksa yang dilakukan aparat terhadap masyarakat yang memblokir sebuah pelabuhan di Bima, juga karena masalah pengelolaan tanah; kali ini pertambaangan emas.

Pagi ini kita mengikuti pebincangan di Metro TV, dengan seorang nara sumber budayawan Sobari dan sorang lagi yang saya lupa namanya, membicarakan masalah kekerasan dan konflik yang akhir-akhir ini semakin marak di negeri kita, Menurut pak Sobari, antar individu hampir tidak ada konflik. Masyarakat aman-aman saja. Konflik terjadi antar kelompok. Antar kelompok masyarakat petani atau agama atau mahasiswa, dan kelompok aparat.

Salah satu sebab terjadinya konflik adalah keadilan sosial. Selain itu disinggung juga ketiakpercayaan pada negara atau pemerintah.

Dari sini saya mengambil dua-tiga kesimpulan untuk bersikap dangan sikap praktikal dan nuansa agama.

1. Jangan masuk kelompok apapun, dan jangan menganjurkan orang untuk berkelompok. Tetaplah sebagai individual sejati.

2. Ketidakadaan keadilan sosial disikapi dengan sabar dan menerima perbedaan rezeki yang ditetapkan Tuhan.

3. Tentang negara, kita sudah lama menyimpulan bahwa seburuk-buruknya keadaan, tidak adanya kekuasaan negara dan pemerintah jauh lebih buruk lagi. Lihat saja parahnya keadaan di Somalia sekarang, dan keadaan yang mengkhawatirkan di beberapa negara seperti Pakistan, Syria dan lain-lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.