<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kilangan's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kilangan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kilangan.wordpress.com</link>
	<description>Curito surau... mangaji, badebaik..</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 14:51:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kilangan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kilangan's Weblog</title>
		<link>http://kilangan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kilangan.wordpress.com/osd.xml" title="Kilangan&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kilangan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Konflik antar kelompok</title>
		<link>http://kilangan.wordpress.com/2011/12/28/konflik-antar-kelompok/</link>
		<comments>http://kilangan.wordpress.com/2011/12/28/konflik-antar-kelompok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 14:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kilangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[None]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kilangan.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Setelah terungkap ada konflik antara perkebunan dan masyarakat di Mesuji yang sampai menyebabkan terjadinya pembunuhan sadis, beberapa hari yang lalu menyusul berita tentang pembubaran paksa yang dilakukan aparat terhadap masyarakat yang memblokir sebuah pelabuhan di Bima, juga karena masalah pengelolaan tanah; kali ini pertambaangan emas. Pagi ini kita mengikuti pebincangan di Metro TV, dengan seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=42&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah terungkap ada konflik antara perkebunan dan masyarakat di Mesuji yang sampai menyebabkan terjadinya pembunuhan sadis, beberapa hari yang lalu menyusul berita tentang pembubaran paksa yang dilakukan aparat terhadap masyarakat yang memblokir sebuah pelabuhan di Bima, juga karena masalah pengelolaan tanah; kali ini pertambaangan emas.</p>
<p>Pagi ini kita mengikuti pebincangan di Metro TV, dengan seorang nara sumber budayawan Sobari dan sorang lagi yang saya lupa namanya, membicarakan masalah kekerasan dan konflik yang akhir-akhir ini semakin marak di negeri kita, Menurut pak Sobari, antar individu hampir tidak ada konflik. Masyarakat aman-aman saja. Konflik terjadi antar kelompok. Antar kelompok masyarakat petani atau agama atau mahasiswa, dan kelompok aparat.</p>
<p>Salah satu sebab terjadinya konflik adalah keadilan sosial. Selain itu disinggung juga ketiakpercayaan pada negara atau pemerintah.</p>
<p>Dari sini saya mengambil dua-tiga kesimpulan untuk bersikap dangan sikap praktikal dan nuansa agama.</p>
<p>1. Jangan masuk kelompok apapun, dan jangan menganjurkan orang untuk berkelompok. Tetaplah sebagai individual sejati.</p>
<p>2. Ketidakadaan keadilan sosial disikapi dengan sabar dan menerima perbedaan rezeki yang ditetapkan Tuhan.</p>
<p>3. Tentang negara, kita sudah lama menyimpulan bahwa seburuk-buruknya keadaan, tidak adanya kekuasaan negara dan pemerintah jauh lebih buruk lagi. Lihat saja parahnya keadaan di Somalia sekarang, dan keadaan yang mengkhawatirkan di beberapa negara seperti Pakistan, Syria dan lain-lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kilangan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kilangan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kilangan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kilangan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kilangan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kilangan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kilangan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kilangan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kilangan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kilangan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kilangan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kilangan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kilangan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kilangan.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=42&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kilangan.wordpress.com/2011/12/28/konflik-antar-kelompok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00fce792550d5094c03e084e3b8074f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kilangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>New thoughts</title>
		<link>http://kilangan.wordpress.com/2011/12/22/new-thoughts/</link>
		<comments>http://kilangan.wordpress.com/2011/12/22/new-thoughts/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 15:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kilangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[surau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kilangan.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Mengikuti perkembangan berita2 dunia akhir-akhir ini, kita perhatikan ada istilah baru, yaitu islamists&#8230; sperti di Mesir sekarang, menghadapi pemilu. Katanya kaum islamist adalah pemenang, mengalahkan kaum liberal.. mereka dari kalangan ikhwanul-muslimin. Juga di tunisia, partai enahda adalah islamists, katanya.. Bagusnya, munculnya istilah ini sudah merupakan pergeseran dari istilah islam fundamentalis yang pepuler dulu, atau islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=31&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengikuti perkembangan berita2 dunia akhir-akhir ini, kita perhatikan ada istilah baru, yaitu islamists&#8230; sperti di Mesir sekarang, menghadapi pemilu. Katanya kaum islamist adalah pemenang, mengalahkan kaum liberal.. mereka dari kalangan ikhwanul-muslimin. Juga di tunisia, partai enahda adalah islamists, katanya..</p>
<p>Bagusnya, munculnya istilah ini sudah merupakan pergeseran dari istilah islam fundamentalis yang pepuler dulu, atau islam militan, atau salafi, yang agak mengganggu sensitifitas kita.</p>
<p>Di Iraq, pertentangan islam sunni dan syiah sangat mewarnai konflik yang terjadi, baik ketika pendudukan amerik atau pun sekarang setelah amerik pergi..</p>
<p>Seorang teman di FB pernah ngajak diskusi tentang syiah, yang katanya berbeda akidah dan syariah dari sunni dan perbedaan akidah ini menyebabkan pertentangan politik.</p>
<p>Kalau menurut saya, sejak zaman khalifah yang berempat pun, punca masalah adalah perbedaan politik, bukan akidah. Jadi bukan agama, tapi agama sudah membungkus pertentangan ini sehingga semakin intens dan berlarut-larut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kilangan.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kilangan.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kilangan.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kilangan.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kilangan.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kilangan.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kilangan.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kilangan.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kilangan.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kilangan.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kilangan.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kilangan.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kilangan.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kilangan.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=31&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kilangan.wordpress.com/2011/12/22/new-thoughts/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00fce792550d5094c03e084e3b8074f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kilangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Baabu bajantiak, kuma basasah</title>
		<link>http://kilangan.wordpress.com/2009/11/24/baabu-bajantiak-kuma-basasah/</link>
		<comments>http://kilangan.wordpress.com/2009/11/24/baabu-bajantiak-kuma-basasah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 15:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kilangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[None]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kilangan.wordpress.com/2009/11/24/baabu-bajantiak-kuma-basasah/</guid>
		<description><![CDATA[Kita tidak paham betul tentang masalah kenegaraan ini; akan tetapi kalau diingat-ingat, di kampung kita tidak pernah mendengar bahwa seorang Penghulu atau Datuak diminta atau disuruh membersihkan aparat atau institusi di lingkungannya &#8212; aparat seperti Manti, Dubalang, Imam Katik dan Cadiak Pandai tentunya&#8211; yang ada hanyalah, bahkan, Penghulu itu yang harus dibersihkan, dengan istilah, baabu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=26&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tidak paham betul tentang masalah kenegaraan ini; akan tetapi kalau diingat-ingat, di kampung kita tidak pernah mendengar bahwa seorang Penghulu atau Datuak diminta atau disuruh membersihkan aparat atau institusi di lingkungannya &#8212; aparat seperti Manti, Dubalang, Imam Katik dan Cadiak Pandai tentunya&#8211; yang ada hanyalah, bahkan, Penghulu itu yang harus dibersihkan, dengan istilah, baabu bajantiak, kuma basasasah. Dan yang disasah itu adalah penghulu itu sendiri saja, tidak ada membawa aparatnya. Kalau pangulu sudah di-sasah, maka instutusi nya, yaitu sukunya, sudah bersih dan sudah dapat dibawa sahilie-samudiak di nagari.</p>
<p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kilangan.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kilangan.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kilangan.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kilangan.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kilangan.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kilangan.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kilangan.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kilangan.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kilangan.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kilangan.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kilangan.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kilangan.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kilangan.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kilangan.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=26&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kilangan.wordpress.com/2009/11/24/baabu-bajantiak-kuma-basasah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00fce792550d5094c03e084e3b8074f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kilangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://kilangan.wordpress.com/2009/06/01/21/</link>
		<comments>http://kilangan.wordpress.com/2009/06/01/21/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 08:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kilangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[None]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kilangan.wordpress.com/2009/06/01/21/</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Rodney Stark dalam One True God, agama atau kepercayaan pada yang supernatural mecakup tiga hal: Yang magis Yang ajaib Imbalan di dunia yan lain. Tentang nomor dua, manusia mengharapkan kejadian yan ajaib, yang diluar proses natural, seperti kesembuhan suatu penyakit yang menurut kedokteran tidak mungkin sembuh lagi. Pertanyaannya, apakah dalam berdoa, kita sebagai Muslim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=21&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut Rodney Stark dalam One True God, agama atau kepercayaan pada yang supernatural mecakup tiga hal:</p>
<li>
<ol>Yang magis</ol>
<ol>Yang ajaib</ol>
<ol>Imbalan di dunia yan lain.</ol>
</li>
<p>Tentang nomor dua, manusia mengharapkan kejadian yan ajaib, yang diluar proses natural, seperti kesembuhan suatu penyakit yang menurut kedokteran tidak mungkin sembuh lagi.   </p>
<p>Pertanyaannya, apakah dalam berdoa, kita sebagai Muslim meminta sesuatu keajaiban atau keberhasilan yang natural? Mungkin kebanyakan kita meminta suatu &#8216;keajaiaban, tetapi saya cendrung meyakini bahwa kita sepatutnya hanya meminta seusatu yang alami dari Tuhan, yang logis dan rasional.</p>
<p>Akan tetapi, kalau kita meminta sesuatu yang berada diluar skop yang kita ketahui, the grand plan, apakah itu termasuk mengharapkan suatu keajaiban?  Misalnya, seorang pedagang yang berharap, &#8220;Mudah-mudahan hari ini daganganku laris.&#8221; Sebab-sebab yang rasional menuju larisnya dagangannya sudah dipenuhinya. Akan tetapi apakah orang akan benar-benar ramai dan membeli dagangannya, adalah di luar kendalinya. </p>
<p>Apakah Islam agama yang rasional dan tidak mempercayai hal-hal yang ajaib/magic? </p>
<p>Adapun tentang dunia lain, al-akhirah, adalah pencapaian atau reward yang lebih tidak kasat mata, jauh dari kekinian. Di satu pihak, hasil yang ajaib adalah &#8216;kini&#8217; dan sangat memberi kepuasan, akhirat adalah penundaan hingga waktu yang berada jauh sesudah kematian. Tidak ada yang dirasakan kini kecuali dalam konteks kepuasan batin karena merasa sudah punya keyakinan iman yang mantap. Tidak ada persoalan di sini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kilangan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kilangan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kilangan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kilangan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kilangan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kilangan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kilangan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kilangan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kilangan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kilangan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kilangan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kilangan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kilangan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kilangan.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=21&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kilangan.wordpress.com/2009/06/01/21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00fce792550d5094c03e084e3b8074f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kilangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nagari adat</title>
		<link>http://kilangan.wordpress.com/2008/07/31/nagari-adat/</link>
		<comments>http://kilangan.wordpress.com/2008/07/31/nagari-adat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 04:19:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kilangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[None]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kilangan.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Yang saat ini sedang dicanangkan pada 13 nagari [di kabupaten 50 koto]. Nagari-nagari yang menerapkan nagari adat itu adalah Andaleh, Tanjuang Gadang, Situjuh Batua, Batuhampa, Sungai Baringin, VII Koto, Kurai, Talang Maua, Talang Anau, Maek, Muaro Paiti, Taram, dan dan Pangkalan. Sekadar diketahui, program nagari adat berpayung hukum kepada Pasal 18 UUD Tahun 1945 tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=16&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang saat ini sedang dicanangkan pada 13 nagari [di kabupaten 50 koto]. Nagari-nagari yang menerapkan nagari adat itu adalah Andaleh, Tanjuang Gadang, Situjuh Batua, Batuhampa, Sungai Baringin, VII Koto, Kurai, Talang Maua, Talang Anau, Maek, Muaro Paiti, Taram, dan dan Pangkalan.</p>
<p>Sekadar diketahui, program nagari adat berpayung hukum kepada Pasal 18 UUD Tahun 1945 tentang Pengakuan Negara terhadap keberadaan nagari/nagari di Minangkabau, serta sejumlah Perda dan Perbup. (frv)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kilangan.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kilangan.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kilangan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kilangan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kilangan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kilangan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kilangan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kilangan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kilangan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kilangan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kilangan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kilangan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kilangan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kilangan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kilangan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kilangan.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=16&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kilangan.wordpress.com/2008/07/31/nagari-adat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00fce792550d5094c03e084e3b8074f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kilangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penceri kerja dan sektor formal</title>
		<link>http://kilangan.wordpress.com/2008/07/29/penceri-kerja-dan-sektor-formal/</link>
		<comments>http://kilangan.wordpress.com/2008/07/29/penceri-kerja-dan-sektor-formal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 07:24:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kilangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[None]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kilangan.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[* 90 persen lulusan PT ingin jadi pns. kenapa? * Kebanyakan orang tidak punya jiwa enterpreneurship (?) * Quote, &#8220;Daerah kita memiliki banyak potensi, baik itu sumber daya alam mineral, peternakan, perkebunan, pertanian maupun pariwisata yang butuh pengelolaan.&#8221; sumber http://mail.google.com/mail/h/euciyt7n2yj5/?v=c&#38;th=11b6c651e03d95fb Nah! apa yang kurang: sektor formal..! enterpreneurship dan SDA bisa dibangun.. tetapi karena segala usaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=11&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>* 90 persen lulusan PT ingin jadi pns. kenapa?</p>
<p>* Kebanyakan orang tidak punya jiwa enterpreneurship (?)</p>
<p>* Quote, &#8220;Daerah kita memiliki banyak potensi, baik itu sumber daya alam mineral, peternakan, perkebunan, pertanian maupun pariwisata yang butuh pengelolaan.&#8221;</p>
<p>sumber <a href="http://mail.google.com/mail/h/euciyt7n2yj5/?v=c&amp;th=11b6c651e03d95fb">http://mail.google.com/mail/h/euciyt7n2yj5/?v=c&amp;th=11b6c651e03d95fb</a></p>
<p>Nah! apa yang kurang: sektor formal..! enterpreneurship dan SDA bisa dibangun.. tetapi karena segala usaha yang disebut &#8220;swasta&#8221; itu tidak ada pamor, orang masih mengejar jadi pns. banyak orang yang berhasil secara ekonomi secara swasta.. tetapi para lulusan pt, para pencari kerja tetap tergiur mendengar kata PNS karena jadi pegawai negeri berarti mendapat jaminan keuangan, jaminan sosial seumur hidup!</p>
<p>Kalau sektor swasta dijadikan sektor formal yang tertata dengan baik, lengkap dengan perangkat hukumnya dan beberapa jaminan: jaminan sosial, jaminan layanan kesehatan, ikatan kerja dsb. kemungkinan para pencari kerja akan tertarik juga..</p>
<p>Akan tetapi urang awak memang sukanya ikatan kerja yang tidak jelas, pakai perasaan, pakai ideologi tolong-menolong, tanggang rasa, bapandai-pandai, dsb.1) yang mana tidak sesuai dengan prinsip manajemen moderen yang &#8220;formal&#8221; dan terkesan kaku tanpa perasaan. Sehingganya di kalangan swasta, format usaha yang formal itu sulit berkembang. Adapun dalam pemerintahan format itu terpaksa ada karena pemerintah ya memang begitu, dan nyatanya banyak dikejar-kejar oleh pencari kerja.</p>
<p>Bidang usaha swasta yang ada selalu berskala mikro.. sangat mikroskopik&#8230;! Kecuali ini dianggap bagus saja, terus diformalkan lagi! Jadi, jangan seperti pemerintah yang selalu menuruh orang bikin kelompok usaha, koperasi, dsb agar dibadanhukumkan. Kenapa tidak setiap orang saja diakui sebagai badan hukum..? toh setiap individu yang dewasa adalah subyek hukum!? Apa tidak bisa si A kerja dengan si B dengan one-to-one contract, lalu itu dianggap sektor formal dan si A bisa be proud of it!</p>
<p>&#8212;-<br />
1) A.A. Navis, Alam Terkembang jadi Guru</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kilangan.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kilangan.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kilangan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kilangan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kilangan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kilangan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kilangan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kilangan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kilangan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kilangan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kilangan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kilangan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kilangan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kilangan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kilangan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kilangan.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=11&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kilangan.wordpress.com/2008/07/29/penceri-kerja-dan-sektor-formal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00fce792550d5094c03e084e3b8074f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kilangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masalah peluasan wilayah pemukiman di desa</title>
		<link>http://kilangan.wordpress.com/2008/06/20/masalah-peluasan-wilayah-pemukiman-di-desa/</link>
		<comments>http://kilangan.wordpress.com/2008/06/20/masalah-peluasan-wilayah-pemukiman-di-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 16:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kilangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[None]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kilangan.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Tersebutlah Koto Nan Ampek: 1. Taratak 2. Dusun 3. Koto 4. Nagari Dalam suatu nagari biasanya ado Ikua Koto dan Kapalo Koto yang menjadi batas atas dan batas bawah nagari tersebut, misalanya dari utara ke selatan; pada orientasi timur-barat mungkin dibatasi oleh batas alam seperti sungai atau bukit. Di dalam lingkungan nagari atara Ikua Koto [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=9&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tersebutlah <em>Koto Nan Ampek</em>:</p>
<p>1. Taratak</p>
<p>2. Dusun</p>
<p>3. Koto</p>
<p>4. Nagari</p>
<p>Dalam suatu nagari biasanya ado <em>Ikua Koto</em> dan <em>Kapalo Koto</em> yang menjadi batas atas dan batas bawah nagari tersebut, misalanya dari utara ke selatan; pada orientasi timur-barat mungkin dibatasi oleh batas alam seperti sungai atau bukit. Di dalam lingkungan nagari atara Ikua Koto dan Kapalo Koto ini lah tersusun beberapa kampuang yang dihuni masing-masing oleh suku tertentu, misalnya ada Kampuang Guci yang terdisi dari beberapa rumah gadang milik suku Guci, Kampuang Pisang yang dihuni oleh anak kemenakan suku Pisang, Kampuang Sikumbang, dan seterusnya. Semua tesusun dengan rapi, masing-masing kampuang dipimpin oleh seorang Tuo Kampuang. Tidak ada rumah milik orang Guci yang didirikan di dalam lingkungan kampuang Sikumbang atau sebaliknya.</p>
<p>Persoalan mulai timbul ketika sebagian anak kemenakan mendirikan rumah di luar wilayah yang dibatasi koto-koto tersebut di atas, diluar pemukiman kampung. Biasanya daerah ini merupkan kelanjutan wilayah kampung dan masih satu jalan dengan jalan kampung. Biasanya juga sudah mempunyai nama-nama yang menunjukkan sifat wilayah itu, misalnya Guguak, Darek, Sawah, dan sebagainya. Karena kekurangan lahan perumahan di kampung, oleh pemiliknya tempat ini dijadikan perumahan juga. Akan tetapi karena pemilik tempat-tempat seperti ini datang dari suku yang berbeda-beda walau masih dalam satu nagari, terjadi suatu keganjilan: kampung atau desa baru tersebut tidak dapat dinamai dengan nama salah satu suku yang ada di nagari! Tidak dapat kelompok rumah-rumah yang ada di sekitar guguak itu disebut gugauk sikumbang atau kampuang guci misalnya karena penduduknya yang heterogen.</p>
<p>Sekilas tampaknya tidak ada masalah. Tetapi sebetulnya ada yang tidak pas di sini: masalah kepemimpinan.</p>
<p>Willayah peluasan desa atau jorong ini tentu berada di wilayah pemerintahan jorong dan nagari juga. Penduduknya jelas masuk salah satu jorong sesuai KTP yang dimiliki. Akan tetapi mereka anak kemenakan dari penghulu yang berada di tempat lain, mungkin di kampung di jorong itu juga atau bahkan di jorong lain. Sebuah kampung biasanya terdiri dari beberapa rumah berkelompok yang dimiliki oleh kaum yang sama, gabungan beberapa <em>paruik</em>. Jadi ada beberapa penghulu dan satu orang <em>tuo kampung</em> yang mengawasi dan mengurus anak kemanakannya di satu tempat. Sedangkan di guguak dan derek ini, tidak ada tuo kampung dan penghulunya ada di tempat lain.</p>
<p>Karena tidak adanya unsur kepemimpinan ini suasana di wilayah diluar koto ini boleh dikatakan agak tegang atau rentan terjadi masalah yang tidak dapat <em>dipintasi</em> sebelum melebar. Jika ada masalah antara warga yang bertetangga misalnya, hanya perangkat desa atau jorong yang dapat campur tangan. Itupun kalau sudah pecah dan ada yang mengadukan masalahnya. Tidak ada orang yang disegani secara kelembagaan sehingga berlaku hukum siapa yang keras dia yang di atas.</p>
<p>Jika dipikir-pikir kodisi ini mungkin ada paralelnya dengan posisi Luhak dan Rantau menurut tambo adat Minang. <em>Luhak</em> adalah daerah yang sudah lebih dahulu dihuni dan mempunyai struktur pemukiman dan pemerintahan yang teratur, sedang <em>Rantau</em> adalah daerah ekspansi atau pengembangan. Solusinya, kalau <em>Luhak bapanghulu, Rantau barajo</em>, di daerah pengembangan di luar koto tadi sebaiknya ditanam pula seseorang yang akan jadi &#8216;rajo&#8217; atau penguasa, dalam bentuk mikro. Jadi penghuni rumah-rumah tersebut tidak lagi menghubungi atau meminta hukum pada mamaknya yang ada di kampung lain, tetapi datang ke pada &#8216;raja&#8217;-nya ini. Pengertian rajo tentu harus diberikan kekuasaan yang cukup, tidak sama dengan ketua RT. Rajo dan penghulu<em>, bajalan samo indak tasundak, malenggang samo indak tapampeh.</em> Adapun hubungan pimpinan ini dengan penguhulu di nagari mungkin bisa dicarikan juga paralelnya di dalam tambo, karena ada yang disebut Rantau Bandaharo, Rantau Makhudum dan sebagainya.</p>
<p>Ini hanya suatu pemikiran. Siapa tau ada gunanya juga.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kilangan.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kilangan.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kilangan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kilangan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kilangan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kilangan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kilangan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kilangan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kilangan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kilangan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kilangan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kilangan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kilangan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kilangan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kilangan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kilangan.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=9&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kilangan.wordpress.com/2008/06/20/masalah-peluasan-wilayah-pemukiman-di-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00fce792550d5094c03e084e3b8074f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kilangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lisa satu bulan tidak masuk sekolah karena sakit</title>
		<link>http://kilangan.wordpress.com/2008/05/08/lisa-satu-bulan-tidak-masuk-sekolah-karena-sakit/</link>
		<comments>http://kilangan.wordpress.com/2008/05/08/lisa-satu-bulan-tidak-masuk-sekolah-karena-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 15:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kilangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[None]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kilangan.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Lisa sudah masuk sekolah lagi sejak tiga hari ini, Selasa Rabu dan Kamis. Sekolahnya sudah tertinggal sejak tgl 4 bulan lalu. Tadi Gusti datang ke sekolah dan berbicara dengan guru kelas Lisa. Kata gurunya, Lisa sudah banyak ketinggalan perolehan nilai ulangan harian dan nilai PR, sedang nilai ujian akhir semester kalaupun bagus tidak dapat dijadikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=8&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lisa sudah masuk sekolah lagi sejak tiga hari ini, Selasa Rabu dan Kamis. Sekolahnya sudah tertinggal sejak tgl 4 bulan lalu. Tadi Gusti datang ke sekolah dan berbicara dengan guru kelas Lisa.</p>
<p>Kata gurunya, Lisa sudah banyak ketinggalan perolehan nilai ulangan harian dan nilai PR, sedang nilai ujian akhir semester kalaupun bagus tidak dapat dijadikan patokan untuk naik kelas karena bobot nilai2 ulangan harian dan PR cukup besar. Guru menyuruh saya, sebagai orang tua murid, berpikir2 bagaimana kalau Lisa mengulang saja di kelas empat ini tahun depan.</p>
<p>Saya shock juga, tidak tau apa mau dikata. Gusti tanya apa komentar saya. Saya katakan urusan itu kan wewenang sekolah, mana bisa kita menggugatnya. Tetapi sesungguhnya tidak adil kalau kenaikan kelas bisa digagalkan oleh kekurangan nilai-nilai ulangan dan PR. Pada hakekatnya nilai-nilai tambahan itu dimaksudkan untuk mengkompensasi nilai ujian akhir, karena ada kemungkinan seorang anak lemah ketika menghadapi ujian akhir padahal normalnya anak itu pandai; karena itu nilai keadaannya sehari-hari itu diberi bobot yang dapat memperbaiki keadaan khusus ketika ujian akhir. Standar penilaian yang sesungguhnya adalah secara periodik itu, yakni setiap akhir semester, akhir tahun, dan ujian akhir.</p>
<p>Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah penilaian berdasarkan pengamatan. Bukankah guru itu sebenarnya sudah dapat &#8216;mengukur&#8217; kemapuan murid, dan dapat menentukan apakah anak itu pantas dinaikkan ke kelas berikutnya atau tidak. Ujian tertulis diperlukan untuk mendapakan penilaian yang konkrit yang dapat dipegang.</p>
<p>Kalau Lisa memang gagal karena tidak mampu, apa boleh buat. Tetapi hendaknya jangan gagal karena suatu sistem penilaian yang maksudnya baik tapi merugikan kerena sekolah memamahami dan menerapkannya secara salah.</p>
<p>Mudah-mudahan saja pada akhirnya para guru menggunakan akal sehat dalam menentukan yang terbaik untuk anakku Lisa! Amin&#8230; ya rabbal alamin&#8230;!!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kilangan.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kilangan.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kilangan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kilangan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kilangan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kilangan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kilangan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kilangan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kilangan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kilangan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kilangan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kilangan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kilangan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kilangan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kilangan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kilangan.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=8&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kilangan.wordpress.com/2008/05/08/lisa-satu-bulan-tidak-masuk-sekolah-karena-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00fce792550d5094c03e084e3b8074f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kilangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harta Pusako Rendah</title>
		<link>http://kilangan.wordpress.com/2008/04/03/harta-pusako-rendah/</link>
		<comments>http://kilangan.wordpress.com/2008/04/03/harta-pusako-rendah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 14:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kilangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[surau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kilangan.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Harta pencaharian seseorang atau suami istri digolongkan pada harta pusaka rendah yang kepemilikan dan pewarisannya diatur menurut syariat Islam. Namun dalam kenyataannya, biasanya ahli waris laki-laki merelakan bagiannya untuk diambil oleh ahli waris perempuan. Alasannya biasanya karena merasa tidak pantas laki-laki mengambil harta warisan: sebagai laki-laki harusnya bisa mencari harta sendiri. Adakalanya seorang laki-laki atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=7&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harta pencaharian seseorang atau suami istri digolongkan pada harta pusaka rendah yang kepemilikan dan pewarisannya diatur menurut syariat Islam.</p>
<p>Namun dalam kenyataannya, biasanya ahli waris laki-laki merelakan bagiannya untuk diambil oleh ahli waris perempuan. Alasannya biasanya karena merasa tidak pantas laki-laki mengambil harta warisan: sebagai laki-laki harusnya bisa mencari harta sendiri. Adakalanya seorang laki-laki atau perempuan sudah mengatur harta benda miliknya ketika ia masih hidup sedemikian rupa sehingga sepeninggalnya nanti sudah jelas siapa yang akan &#8220;mendapat&#8221; hartanya itu.. semuanya berdasarkan kebijaksaannya saja dan tidak sesuai dengan ketentuan agama. (Dalam Islam seseorang boleh berwasiat sekadarnya, 1/3, sisanya ditentukan pembagiannya sesudah dia meninggal). Semua anggota keluarga &#8220;bakarilaan&#8221; dalam hal itu, baik sebelum atau sesudah meninggalnya pemilik harta itu. Semua merasa puas dan lega.</p>
<p>Lama-kelamaan hal ini menjadi demikain umum dan menjadi kelaziman, sehingga jika seorang meninggal dunia, dirasa tidak perlu lagi diadakan pembagian harta warisan menurut faraidh dengan menghadirkan urang siak atau kadhi, karena toh sudah jelas saja siapa yang akan mendapat harta-harta yang bersangkutan!!</p>
<p>Akan tetapi bagi kita yang berkecendrungan melihat masalahnya dari sisi fiqh dan legalistik, terasa ada yang tidak pas di sini. Mestinya dijalankan ketentuan syariat dulu, harta warisan dibagi sesuai dengan hukum faraidh, baru kemudian dicari kesepakatan kalau ada ahli waris yang mau menyerahkan bagiannya kepada keluarga yang lain.</p>
<p>Ada kemungkinan, kecendrungan laki-laki merelakan bagiannya itu adalah pengaruh dari aturan tentang pusaka tinggi, dimana laki-laki tidak  ada hak memiliki sama sekali. Jika praktik ini mau dibenarkan juga, perlu diselidiki apakah konsep pusaka tinggi yang ideal itu memang betul-betul ideal sehingga setiap orang sedapat-dapatnya haruslah mengarahkan segenap daya upaya dan hasil usahanya kearah pemeliharaan pusaka tinggi itu. Jika demikian, maka ketentuan pemisahan pusaka rendah itu harus direvisi sedikit dengan menambahkan kata &#8216;optional&#8217; ;-(</p>
<p>Jika ini mau diterapkan, dari segi fiqh, akan ada kesulitan yang tidak sedikit! Next posting insyaalah..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kilangan.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kilangan.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kilangan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kilangan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kilangan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kilangan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kilangan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kilangan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kilangan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kilangan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kilangan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kilangan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kilangan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kilangan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kilangan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kilangan.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=7&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kilangan.wordpress.com/2008/04/03/harta-pusako-rendah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00fce792550d5094c03e084e3b8074f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kilangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanah Ulayat</title>
		<link>http://kilangan.wordpress.com/2008/03/23/tanah-ulayat/</link>
		<comments>http://kilangan.wordpress.com/2008/03/23/tanah-ulayat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 15:35:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kilangan</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kilangan.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Islam harta menjadi hak milik penuh. Akan tetapi dalam adat, harta hanyalah &#8220;ULAYAT&#8221;, baik berupa ulayat nagari, ulayat suku atau ulayat kaum. Sebagai ulayat, harta dimanfaatkan oleh anggota tetapi tidak diwariskan sebagaimana halnya hak milik. Anggota suku atau kaum mengalami regenerasi, penambahan dan pengurangan, dengan cara natural (kelahiran dan kematian) atau pilihan (migrasi, hinggok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=6&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Islam harta menjadi hak milik penuh. Akan tetapi dalam adat, harta hanyalah &#8220;ULAYAT&#8221;, baik berupa ulayat nagari, ulayat suku atau ulayat kaum. Sebagai ulayat, harta dimanfaatkan oleh anggota tetapi tidak diwariskan sebagaimana halnya hak milik.</p>
<p>Anggota suku atau kaum mengalami regenerasi, penambahan dan pengurangan, dengan cara natural (kelahiran dan kematian) atau pilihan (migrasi, hinggok mancakam). Anggota yang keluar kehilangan haknya dan anggota yang masuk mendapatkan haknya. Hal ini secara umum tampak seperti pewarisan harta: nenek meninggal, hartanya jatuh pada ibu, sepeninggal ibu hartanya diwarisi oleh anak-anaknya. Padahal sesungguhnaya ibu dan anak-anak tersebut, sebagai anggota kaum, sudah memiliki hak-hak pemanfaatan harta ketika orang tua mereka masih hidup.</p>
<p>Semuanya itu hanya tergantung pengaturan oleh penghulu mereka. Harta berupa ulayat jika mau dikatakan hak milik juga, adalah hak milik badan hukum (<a href="http://www.cimbuak.net/content/view/1176/7/">http://www.cimbuak.net/content/view/1176/7/</a>) dan hubungan harta-pemilik tentu diatur oleh AD/ART badan hukum itu sendiri yaitu Adat. Anggotanya boleh silih berganti, tetapi hartanya tetap menjadi milik badan hukum.</p>
<p>Sebagai perbandingan lagi, jika dalam hukum Islam, orang yang jadi fokus: dia mendapat/mewarisi harta dan kehilangan harta jika meninggal. Jadi seolah-olah harta yang berpindah (tangan). Dalam adat, harta yang jadi fokus dan bersifat tetap; orang yang berpindah-pindah menjadi berhak menggunakan atau menjadi tidak berhak menggunakan harta tersebut&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kilangan.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kilangan.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kilangan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kilangan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kilangan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kilangan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kilangan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kilangan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kilangan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kilangan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kilangan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kilangan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kilangan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kilangan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kilangan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kilangan.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kilangan.wordpress.com&amp;blog=2854980&amp;post=6&amp;subd=kilangan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kilangan.wordpress.com/2008/03/23/tanah-ulayat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00fce792550d5094c03e084e3b8074f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kilangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
